lB, Serang—Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, M. Uut Lutfi mengungkapkan, bahwa fenomena penculikan terhadap anak akhir-akhir ini tentu sangat meresahkan masyarakat terutama orang tua. Oleh karena itu, perlu menanamkan kewaspadaan bagi orang tua, lingkungan tempat tinggal ataupun lingkungan sekolah.
Uut memaparkan, ada beberapa imbauan atau tips bagi orang tua untuk mencegah penculikan terhadap anak sebagai berikut:
1. Tanamkan sikap waspada sejak dini. Ajak anak untuk skeptis dan kritis terhadap orang lain. Waspada dan tidak terlalu percaya dalam keadaan apapun. Termasuk jika diiming-imingi atau disodori sesuatu dari orang lain, baik yang dikenal maupun tidak. Misalnya, melarang menerima permen atau makanan dari orang lain, kecuali atas ijin orang tua. Tapi orang tua sebaiknya tetap sensitif dengan perkembangan anak. Jangan sampai mereka jadi trauma.
2. Ungkapkan informasi sesederhana mungkin. Sampaikan sesuatu sesuai dengan usianya dengan bahasa yang sesuai daya tangkap anak. Jangan dengan bahasa yang ekstrim atau cenderunh menakut-nakuti, sehingga anak jadi takut atau khawatir yang luar biasa dengan orang lain. Misal, adek jangan mau ya kalu diajak orang lain, atau om, atau tante tanpa seijin mama papa, nanti mama paoa bingun nyari adek. Nanti mama sama papa jadi sedih deh nyariin adek.
3. Biasa berkata "TIDAK". Anak memang sebaiknya di didik untuk bersikap sopan kepada orang lain, namun orang tua juga harus mengajar anak untuk berani berkata "TIDAK" terhadap kebaikan orang lain, terutama bagi orang yang tidak dikenal anak. Karena bisa saja kebaikan orang, sebenarnya niatnya jahat.
4. Hapal dan mencatat Nomor Telpon penting. Anak anak sebaiknya diajak untuk menghafal dan mencatat no hp penting (orang tua, anggota keluarga, kantor polisi).
5. Hafal Identitas Diri. Ajari juga anak-anak untuk menghafalkan identitas dirinya. Mulai dari nama panjangnya, nama lengkap, ayah san ibunya, kakak, hingga alamat lengkapnya.
6. Tingkatkan Pengawasan. Pengawasan orang tua sangat penting, saat berangkat maupun pulang sekolah, ada baiknya anak didampingi orang tua. Begitu pula saat bermain dengan teman temannya. Tapi jika tidak memungkinkan, maka orang tua harus melimpahkan tugas ini kepada orang-orang yang benar-benar dipercaya. Dan hati hati saat memilih pengawas ini. Ingat, seberapa pintarnya si kecil menjaga diri, peran pengawasan orang tua sangatlah penting dilakukan.
7. Sikap terbuka. Biasakan anak untuk selalu bersikap terbuka kepada orang tua. Sehingga orang tua mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya, atau bagaimana lingkungannya. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, orang tua bisa menanyakannya langsung kepada si anak.
8. Parent Card. Di banyak peristiwa, lingkungan sekolah sering menjadi tempat favorit bagi pelaku penculikan. Dalam hal ini, orang tua dan pihak sekolah dapat bekerjasama dengan mengeluarkan Parent Card yang khusus diberikan kepada orang tua atau orang lain yang mendapat kewenangan dan izin dari orang tua. Para pengganti orang tua sebaiknya terdaftar di sekolah.
9. Dokumentasi. Orang tua manapun pasti tak ingin anaknya diculik, tapi ketika itu terjadi, salah satu alat bukti yang dapat membantu polisi untuk melakukan reaksi cepat adalah dokumentasi, baik berupa foto ataupun rekaman video. Dan hafalkan ciri-ciri fisik anak anda.
10. Mendorong peran serta masyarakat dalam menciptakan kampung ramah anak dengan Gerakan Perlindungan Anak Se Kampung.