Sabtu, 18 April 2026

Kasus Gizi Buruk di Lebak, Mensos Minta Pemda Rajin Cek Kondisi Rakyat

Mensos, Idrus Marham didampingi Wagub Banten, Andika Hazrumy saat kunjungan di Kota Serang pada Rabu, 14 Maret 2017. (Foto Akew/lnilahBanten)
Rabu, 14 Mar 2018 | 23:10 WIB - Serang Kesehatan

lBC, Serang - Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham mengimbau kepala daerah agar rajin-rajin mengecek data rakyat yang memenuhi syarat menerima bantuan sosial (bansos). Bila perbaikan data dapat dilakukan dengan baik, maka kondisi rakyat akan bisa lebih terantisipasi dengan baik.

"Saya minta kepala daerah agar rajin-rajin menyisir data rakyat. Kalau rajin disisir, maka pasti bisa mendapatkan bantuan pada saat terjadi kebutuhan mendesak," kata Menteri Sosial Idrus Marham, dalam kunjungannya di Kota Serang pada Rabu, 14 Maret 2018.

Pernyataan Mensos merespon kasus gizi buruk di Kampung Cibuah Talang, Desa Cibuah, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak. Sejumlah media memberitakan, terdapat penderita gizi buruk di daerah tersebut.

"Jadi kalau rajin dicek datanya dan memenuhi syarat, bisa mendapatkan bantuan, misalnya, Program Keluarga Harapan (PKH). Maka kebutuhan-kebutuhan mendesaknya bisa terpenuhi. Kami sudah meminta pendamping, TKSK, dan kepala daerah agar menyisir warga dan memperbaharui data tersebut. Posisi kementerian adalah menetapkan data dari daerah setiap enam bulan," katanya. 

Mensos menyatakan, keluarga ini sudah tercatat dalam PKH sejak 2017. Merujuk Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin diatur alur verfikasi dan validasi data secara berjenjang dari tingkat kelurahan terus bertingkat sampai gubernur, sebelum sampai ke Kementerian Sosial.

Oleh karena itu, Mensos berpesan kepada kepala daerah di tingkat kota dan kabupaten agar memastikan aparatnya dari tingkat bawah seperti RT/RW, desa, kecamatan, dan kepala dinas sosial, berperan aktif memonitor kondisi rakyatnya. Dari sini akan bisa didapatkan data baru, mana di antara mereka yang kondisinya memenuhi syarat untuk diberikan bantuan. Kemudian data ini bisa masuk dalam Basis Data Terpadu, sehingga bantuan sosial bisa menjangkau warga yang menenuhi syarat.

"Jadi lakukan penyisiran dan perbaharui datanya. Bagi warga yang memenuhi syarat, hampir pasti mereka akan dapat bantuan seperti rastra sebanyak 10 kg, kemudian bantuan lain seperti  Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar (KIP)," kata Mensos.

Tak lupa, Mensos mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo yang patut diperhatikan para penyelenggara negara, agar memastikan negara hadir bila rakyat membutuhkan bantuan. "Jangan sampai rakyat yang membutuhkan bantuan tidak terlayani," katanya.

Mensos hadir di Gedung Olahraga Komplek Stadion Syech Maulana Yusuf,  Kota Serang, untuk mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara penyerahan KIP, PKH, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Untuk Kota Serang, penerima PKH Reguler tercatat sebanyak 9.300 keluarga dengan nilai bantuan Rp17.577.000.000. Untuk BPNT terdapat 16.390 keluarga dengan nilai Rp21.634.800.000. Total bantuan sosial untuk Kota Serang tahun 2018 ni senilai Rp39.817.800.000.

Reporter: Akew
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Kasus Gizi Buruk di Lebak, Mensos Minta Pemda Rajin Cek Kondisi Rakyat

BERITA TERKAIT

INILAH SERANG

1507 dibaca
Menyamar jadi Pengojek, Pengedar Sabu Diringkus
5317 dibaca
Beri Kemudahan, Toko Buku Adelia Jual Secara Online

HUKUM & KRIMINAL

2407 dibaca
Terdakwa Kasus Korupsi Tunjangan Daerah Guru Pandeglang Segera Disidang
964 dibaca
Pengaruh Miras, Pedagang Nasgor Tega Cabuli Wanita Bergiliran

POLITIK

1633 dibaca
Sepi Partisipasi Calon, KPU Banten Khawatir Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada ...
384 dibaca
KPU Lantik 978 PPS untuk PSU Pilkada Kabupaten Serang 2024

PENDIDIKAN

1431 dibaca
PGRI Anggap Belajar Tatap Muka Belum Saatnya Dilakukan
Top