lBC, Serang – Para guru yang di Kabupaten Serang diminta untuk serius membeirkan infak untuk membantu memperbaiki rumah tidak layak huni (rutilahu). Permintaan disampaikan oleh Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah.
"Jumlah PNS yang ada di Kabupten Serang setengahnya guru, kita punya program cukup besar terkait rutilahu, dengan anggaran keterbatasan kita sepakat ada kebijakkan bahwa kita akan mengadakan infak yang sudah dikoordinasi kan pihak kejaksaan," ucap Ratu Tatu Chasanah.
Hal itu disampaikan, Tatu usai pembukaan Lomba FLS2N di Lapangan Sidomukti Kecamatan Baros pada Senin, 2 April 2018. "Kita sudah ada legal opinion, dan itu diperbolehkan selama itu memang sifatnya sukarela,"tambahnya.
Dijelaskannya, bahwa kalangan guru mungkin ada kekhawatiran karena persoalan PGRI di Kopo terkena persoalan saber pungli. Tatu mengaku, sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri dan pihak kepolisian, karena untuk membangun gedung PGRI sudah lama dilakukan karena Pemda Serang tidak bisa mengcover.
"Biayanya dari mereka untuk mereka, gedung itu pun fungsinya untuk mereka. Dari mereka untuk mereka,"katanya.
Menurutnya ini tidak termasuk dalam kategori pungli. Sebab, disalah satu kecamatan memnita keringan bahwa mereka tidak ada ikut iuran PGRI karena sedang membangun gedung PGRI.
"Karena ini tanggung jawab bersama, kan kalau kita PNS diberi rezeki banyak, hanya sedikit sebulan Rp100 ribu, atau kalau buat staf RP50 ribu kan ga berat. Tetapi ini sangat berarti buat saudara kita yang rumahnya tidak layak untuk di huni,"tuturnya.