Sabtu, 18 April 2026

Oksigen Habis, Pasien Kritis di Puskesmas Pamandegan Meninggal  

(foto ist)
Kamis, 22 Feb 2018 | 07:57 WIB - Serang Kesehatan

IBC, Lebak - Aparatur Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak mengeluhkan dengan layanan yang diberikan petugas Puskesmas (PKM) Pamandegan. Karenanya, akibat layanan buruk banyak warga setempat yang mengadu kepada desa tentang layanan PKM setempat.

Bahkan, Imamunin (30 tahun) warga Kampung Bingbin, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikukur yang diagnosa meninggal diduga akibat pelayanan PKM yang tak profesional.

Kepala Desa Cigoong Utara, Anang mengatakan, pelayanan buruk PKM Pamandegan Cikukur ini sudah dikeluhkan masyarakat sejak lama. Bahkan warga sempat emosi dan nyaris mendatangi PKM ramai-ramai, namun pihaknya mencegah. 

Hal tersebut berawal dari warganya yakni Imamudin yang mengidap penyakit Paru pada tanggal 5 - 6 Februari dibawa ke PKM. Namun, dua hari berturut- turut ke PKM dokter selalu tidak ada. Baru pada 7 Februari dokter ada dan saat itu pasien Imamudin ditangani dokter.

"Tapi saat ditangani dokter obat untuk paru tidak ada, dan dokter saat itu memberikan obat lain sambil menunggu obat paru datang," kata Anang, Kades Cigoong Utara kepada wartawan pada Rabu, 21 Februari 2018 malam.

Lanjutnya, pada esok harinya tepatnya 8 Februari pasien kembali ke PKM untuk mengambil obat paru yang sudah ada dan obat yang diberikan untuk 15 hari kedepan.

Tepat pada 15 Februari pasien mengalami muntah-muntah seskitar pukul 01.00 wib dan pagi harinya Imamudin dengan menggunakan Jamkesmas kembali dibawa oleh keluarganya ke PKM dan langsung diberikan penanganan diinfus serta diberikan oksigen. Namun, baru beberapa menit oksigen habis yang membuat pasien kembali kritis.

"Yang saya sesalkan tidak ada upaya puskesmas untuk mendatangkan oksigen, kalau sudah habis ya habis saja, padahal pasien saat itu sangat membutuhkan," ujarnya mengeluhkan.

Dikatakan, selang beberapa kemudian setelah oksigen habis. Infusan pun habis dan saat keluarga pasien meminta ada kembali diinfus, malah petugas PKM mempersilahkan pulang dengan membawa surat rujukan ke dokter poly di RSUD Adjidarmmo.

"Saat itu hujan deras dan keluarga pasien meminta agar diantarkan menggunakan mobil ambulan, tapi petugas PKM beralasan tidak ada sopir dan mobilnya tidak ada bensinnya," ungkap Anang.

Maesyaroh, istri dari Imamudin menyatakan, suaminya dibawa pulang dari PKM menggubakan motor ojek dalam kondisi basah kuyup dan dengan kondisi kritis. Padahal, sehingga beberapa menit sampai di rumah saaminya meninggal dunia tepatnya pada pukul 15.00 wib.

"Saya menangis melihat kondisi suami saya yang dipulangkan dalam kindisi kritis dan basah kurup kehujanan. Padahal, saya sudah memohon agar dibawa menggunakan mobil ambulan karena kondisinya hujan lebat dan saya tidak akan meminta jika tidak hujan," terang Maesyaroh.

Sementara itu, kepala PKM Pamandegan, Syaeful Mubarok, saat dikonfirmasi  melalui sambungan teleponnya tidak memberikan jawaban.

Reporter: Fahdi Khalid
Redaktur: Akew
Bagikan:

KOMENTAR

Oksigen Habis, Pasien Kritis di Puskesmas Pamandegan Meninggal  

BERITA TERKAIT

INILAH SERANG

1878 dibaca
Ditunjuk jadi Tim Pemenangan Jokowi-MA, Gubernur WH Bilang Belum Tahu
1201 dibaca
Terapkan Prokes Covid, KPU Tetapkan Nomor Urut Paslon Bupati dan Wabup Serang

HUKUM & KRIMINAL

1938 dibaca
DPRD Pandeglang Temukan Ratusan Ton Beras Rastra Berkualitas Buruk
1834 dibaca
Polsek Kragilan Amankan Ribuan Botol Miras

POLITIK

1710 dibaca
Demi Keselamatan Masyarakat, Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Diundur
1690 dibaca
Deklarasi Anti Politik Uang Paslon Cagub dan Cawagub Banten

PENDIDIKAN

1091 dibaca
Kita Patut Bangga, Pantun Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda
Top