lBC, Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk. (Bank Banten) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat tersebut dihadiri oleh pemegang saham mewakili 69,61% dari seluruh jumlah saham yaitu 64.109.430.357 lembar saham yang dikeluarkan di Hotel Le Semar Kota Serang pada Rabu, 11 April 2018.
Hadir pada RUPST dan RUSPLB yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten, Sekretaris Daerah Banten, Ranta Soeharta, Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah dan undangan lainnya serta Pemegang Saham Pengendali PT. Banten Global Development (BGD).
RUPST dan RUPSLB Bank Banten menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan periode 2017 serta memutuskan untuk melakukan perubahan anggaran dasar serta mengangkat jajaran pengurus perseroan yang baru dan akan efektif setelah mendapat persetujuan Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan adanya jajaran pengurus perseroan yang baru, diharapkan dapat meningkatkan kinerja perseroan dalam mendorong pencapaian target bisnis dan merealisasikan rencana bisnis Bank Banten.
Dalam rilisnya, Pemegang Saham telah menyetujui perubahan Dewan Komisaris dan Direksi, sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
-Agus Ruswendi sebagai Komisaris Utama,
-Ranta Soeharta sebagai Komisaris
-Media Warman sebagai Komisaris, Titi Khoiriah sebagai Komisaris independen
Direksi:
-Fahmi Bagus Mahesa sebagai Direktur Utama
-Oliver Richard W. Mambu sebagai Wakil Direktur Utama
-Bambang Mulyo Atmojo sebagai Direktur,
-Jaja Jarkasih sebagai Direktur
-Kemal ldris sebagai Direktur. Efektif menjabat setelah mendapat persetujuan Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Direktur Utama Bank Banten Fahmi Hakim mengatakan, kinerja keuangan Bank Banten tahun 2017 yang telah dipublikasikan menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan yang berkelanjutan serta strategi perusahaan untuk pengembangan bisnis merupakan arahan dan kebijakan Direksi Bank Banten untuk Perbaikan kinerja Bank Banten.
"Sejumlah indikator kinerja keuangan Bank Banten menunjukan pertumbuhan yang cukup signifikan. Pertumbuhan Kredit Yang Diberikan meningkat sebesar 56,32% secara year on year dari Rp3,27 triliun pada 2016 menjadi Rp5,11 triliun pada 2017 yang dihasilkan dari pengembangan bisnis baru yaitu kredit konsumer dan kredit komersial," ujarnya.
"Pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 42,53% secara year on year dari Rp3,90 triliun pada 2016 menjadi Rp5,55 triliun pada 2017," tambahnya.
Fahmi menjelaskan, Pertumbuhan Total Aset meningkat sebesar 45,85% secara year on year dari Rp5,25 triliun pada 2016 menjadi Rp7,66 triliun pada 2017 yang diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit. Pertumbuhan aset tersebut berada di atas rata-rata perbankan nasional yang berada di angka 9,77%.
"Hasil dari perbaikan kinerja keuangan tersebut, diikuti dengan penurunan Rugi Bersih pada 2017 menjadi sebesar Rp76,3 miliar menurun sebesar 81,17% secara year on year dari tahun 2016 sebesar Rp.405,12 miliar seiring dengan peningkatan Pendapatan Bunga Bersih (Nll), Peningkatan Pendapatan Operasional Lainnya dan Efisiensi Beban Operasional," terangnya.
Strategi Perseroan ke depan, Dikatakan Fahmi, tetap berkomitmen untuk memberikan layanan yang sejalan dengan kebutuhan nasabah, untuk mengakomodir kebutuhan dalam mengakses layanan perbankan yang semakin canggih. Untuk melengkapi layanan perbankan yang mudah diakses nasabah, Perseroan mengembangkan Mobile Banking dan melakukan pengembangan terhadap aplikasi perbankan core banking melalui pengembangan produk.
"Dari sisi pendanaan, Perseroan akan meningkatkan porsi dana murah dengan melakukan berbagai strategi untuk mengoptimalisasi penghimpunan giro yang berasal dari dana APBD yang dimiliki Pemprov, Pemkot, dan Pemkab Provinsi Banten," katanya.
Selain itu, anggota Pihaknya akan meningkatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pemerintahan/institusi, maka Perseroan akan mengembangkan integrated payment system seperti yang telah direalisasikan pada tahun 2017 meliputi: e-Samsat Provinsi Banten, e-Samsat Nasional, Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN-GZ), Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Kerjasama PT. Taspen (Persero) sebagai Mitra Layanan Taspen, SPZD Online dan lain-lain.
"Dalam rangka meningkatkan fungsi intermediasi dan mendorong pembangunan daerah, Perseroan memfokuskan penyaluran kredit kepada sektor produktif. Dengan menyalurkan kredit produktif diharapkan dapat menambah penyerapan anggaran pemerintah pada sektor riil terutama infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat terutama di wilayah Banten," pungkasnya.
"Selain itu, pengembangan jaringan kantor akan terus dilakukan. Saat ini telah beroperasi 26 Kantor Cabang (KC) yang 7 di antaranya berlokasi di Banten, 11 Kantor Cabang Pembantu (KCP) termasuk 7 KCP di Wilayah Banten, 4 Kantor Kas di Banten, 1 Payment Point di Banten, 5 Smart Van atau mobil kas keliling yang beroperasi di Banten, dan 114 unit ATM yang berada di Banten dari total 140 unit ATM se-lndonesia," jelasnya.