lBC, Serang - Durian merupakan buah yang marak digemari oleh hampir semua kalangan masyarakat. Semakin konsumtifnya masyarakat khususnya yang berada di Serang terhadap buah durian, meningkatkan para enterpreuner untuk berinovasi dan membangun usaha olahan buah tersebut. Sehingga menyebabkan banyaknya limbah biji durian. Biji durian ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan dianggap limbah lingkungan.
Pemanfaatan dan pengetahuan limbah biji durian yang kurang oleh masyarakat membuat biji durian mentah tidak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena yang beracun, sehingga perlu pengolahan lebih lanjut agar bisa dikonsumsi.
Hal ini pun mendorong empat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) membuat produk dari limbah biji durian berupa es dawet dan mie.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Diah Nurma Asih, Siti Salsabila Utami, Siti Aisyah, dan Yusup Maulana, dengan dosen pembimbing Isriyanti Affifah.
Pada biji durian ditemukan kandungan karbohidrat, protein, kalsium, dan fosfor yang baik untuk tubuh. Mereka lantas membranding produknya dengan nama Duda Migren (dulur dawet dan mie gaul biji duren).
Salsa mengatakan, pada biji durian terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga cocok dijadikan sebagai bahan pokok makanan dan sebagian besar masyarakat pun menyukai mie. Namun di pasaran banyak sekali mie yang dibuat dengan bahan-bahan yang berbahaya sehingga Salsa, dana kawan-kawan membuat mie organik yang tidak berbahaya bagi tubuh.
Selain alasan kandungan tersebut, mereka memilih biji durian karena di daerah Pandeglang-Serang banyak sekali limbah biji durian. Selama ini pemanfaatan biji durian di daerah Serang hanya sebatas pembuatan kripik. Maka dari itu Salsa, dana kawan-kawan membuat produk selain kripik.
“Produk ini belum ada di pasaran. Hal ini membuat kami giat untuk memunculkan peluang usaha. Penjualan selama ini berada di daerah Serang, Pandeglang dan Cilegon” kata Salsa kepada InilahBanten pada Rabu, 4 Juli 2018.
Salsa, dan kawan-kawan memproduksi Duda Migren sejak bulan Mei 2018. Proses produksi dimulai dari pembuatan tepung biji durian lalu mengolahnya menjadi mie dan dawet.