lBC, Serang – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku sedih dengan kondisi objek wisata Pantai Anyer dan Cinangka sepi pengunjung sejak beberapa bulan terakhir. Sebagai dampak, dari gempa bumi dan tsunami selat sunda yang melanda wilayah Pandeglang pada tahun lalu.
“Saya secara pribadi dan seluruh jajaran Pemda Serang sedih ketika melihat (pantai di) Anyer dan Cinangka sepi (pengunjung atau wisatawan), dan ini berdampak kepada ibu bapa yang usahanya berjualan sehari-hari disini,”ujar Tatu saat memberikan sambutan di lokasi finis di Pantai Florida Indah Kecamatan Cinangka pada acara Anyer Color Fun Run 10 kilo meter pada Minggu, 1 September 2019.
Oleh karena itu, Tatu meminta doa kepada masyarakat atas upaya yang dilakukan dirinya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang diberikan kemudahan oleh Allah Swt. Tentunya, agar perekonomian pada kegiatan pariwisata di kawasan wisata Pantai Anyer dan Cinangka bisa pulih kembali seperti sedia kala melalui rangkaian Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF).
“(Pantai Anyer dan Cinangka) semoga bisa ramai lagi pengunjungnya kesini baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri, karena bagaimana pun Anyer dan Cinangka pernah booming, pernah mendunia, pernah jaya. Jadi, kita harus terus berupaya jangan patah semangat, bagaimana para pedagang masih semangat,”tanya Tatu. Semangat jawab para pedagang. “Jangan pernah putus asa,”ujar Tatu mengingatkan.
Disis lain, Tatu mengimbau kepada masyarakat khususnya pedagang di Pantai Kecamatan Anyer dan Cinangka harus sadar betul bahwa persyaratan untuk sebuah daerah wisata yang akan menjadi tujuan wisata akan dipilih oleh para wisatawan keutamaannya adalah kebersihan. Jadi, warga harus bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan supaya terlihat bersih dan asri serta lainnya tentunya keamanan.
“Harus menjaga keamanan tamu yang datang kesini. Tamu harus merasa aman, nyaman dan didalamnya keramahan masyarakat Anyer dan Cinangka Kabupaten Serang harus di kenal keramahan. Aman, bersih, nyaman, ramah wajib dimiliki (masyarakat Cinangka dan Anyer),”ungkapnya.
Sebab, sebut dia, keramahan jika tidak dimiliki masyarakat maka tempat wisata Anyer dan Cinangka tidak akan di pilih wisatawan untuk berkunjung. Maka, harus mampu bersaing dengan tempat wisata daerah lainnya dengan sikap yang ramah. “Tujuannya untuk merebut hati para wisatawan agar dapat berkunjung di Pantai Anyer dan Cinangka,”harap Tatu.