lBC, Serang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terus berupaya menjaga alam dari berbagai ancaman bencana yang ada. Selain itu dibawah kepemimpinan Kepala Pelaksana Nana Sukmana Kusuma dan Sekretaris Badan Tubagus Maftuhi, BPBD terus berupaya mengedukasi masyarakat agar memahami terkait bencana, sehingga dapat meminimalisir dampak bencana.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan dalam penanganan bencana pihaknya sudah punya rencana kontigensi. Oleh karena itu saat ini terus dimantapkan perannya agar OPD yang terlibat penanganan bencana bisa tahu perannya.
Bahkan kedepan kata dia, dalam penanganan bencana alam ada standar operasional prosedur, apa dan harus berbuat apa para pelaku bencana dalam menangani bencana tersebut. "Pada akhirnya penanganan bencana bisa lebih cepat dan tepat karena semua tahu perannya harus berbuat apa," ucapnya.
Salah satunya pada pertengahan Juni 2022, BPBD melalui provinsi telah bekerjasama dengan BNPB untuk memplotkan tugas penanganan bencana tersebut. "Sehingga di lapangan satu komando dalam manajemen disaster," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut peserta yang merupakan OPD pelaku bencana jadi tahu perannya seperti apa. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi rekon Kabupaten Serang. "Ini dari OPD sudah ada semua, Serang dari penyusunan rekon dengan OPD tidak sendirian, jadi Serang sudah mulai berfokus bahwa penanganan bencana harus dilakukan bersama comand (komando) yang baik. Sudah ada kesadaran OPD, OPD sudah menunjuk orang yang menjadi pelaku bencana," ucapnya.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya di dalam ruangan, sebab BPBD juga melakukan kegiatan drill tsunami yang dipusatkan di Kecamatan Anyer. Kegiatan drill tsunami yang melibatkan semua unsur itu merupakan agenda BPBD Provinsi Banten, hanya saja karena lokasinya di Kabupaten Serang maka yang banyak terlibat dari Kabupaten Serang. Kegiatan tersebut dihadiri Plt sekda Provinsi Banten, PHRI, kalaksa provinsi dan kabupaten, dengan jumlah peserta ratusan.
Dalam kegiatan drill tsunami dilakukan uji coba kaitan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB). Sehingga komunikasi dari komandan cluster dan sebaliknya, camat dengan kepala BPBD, BMKG dengan kepala BPBD pun dipraktekkan plus pola pergerakan masing-masing cluster.
Berdasarkan hasil praktik tersebut semua berjalan lancar dan sukses. Pada dasarnya kegiatan itu adalah satu pembiasaan untuk semua pihak. Kemudian juga memberi informasi pada tamu undangan, instansi lain, swasta dan relawan bahwa yang diterapkan di SKPDB adalah seperti dalam drill tsunami tersebut. Bahwa semua harus terkendali sistem komunikasi komando satu arah tidak ada yang bergerak tanpa perintah, sistem komunikasi, koordinasi jelas.
Kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar. Dimana dari masing masing desa di Anyer diambil perwakilan beberapa orang. Sejauh ini masyarakat sudah memahami apa yang harus dilakukan ketika bencana datang. Kegiatan drill tsunami juga sekaligus menguji coba sejauh mana keberhasilan kegiatan yang sudah dilakukan BPBD Kabupaten Serang dan Provinsi Banten. Sehingga sebagai bentuk uji keberhasilan BPBD sejauh mana pemahaman masyarakat ketika mendengar sirine apa yang dilakukan.
Dalam kegiatan tersebut sirine asli tidak dinyalakan karena posisinya jauh. Namun demikian minimal semua yang terlibat tahu pergerakan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Baik unsur pemerintah, lintas sektoral, relawan tahu harus bergabung dengan cluster apa dan pola pergerakannya seperti apa. "Jadi lebih menegaskan kalau di Kabupaten Serang sudah berjalan, kan ada juga relawan yang baru bergabung ini penegasan bahwa dalam konteks penanganan bencana ini yang berlaku semua harus terkendali," katanya.
Nana mengatakan BPBD memiliki fungsi menjaga alam. Pada intinya BPBD selalu siaga karena tupoksinya adalah menangani bencana, sehingga mau tidak mau BPBD harus selalu siaga mempersiapkan konsep penyelenggaraan manajemen disaster yang lebih baik. "Itu yang kita lakukan terus menerus," ujarnya.
Karena tugas pokok fungsi BPBD dalam bidang kebencanaan maka mau tidak mau pihaknya fokus dan konsen pada bencana, apakah itu yang belum terjadi atau akan terjadi. "Jadi kita membuat rencana kontingensi membayangkan jika terjadi bencana besar itu seperti apa, apa yang harus dilakukan dan yang berikutnya kami dari BPBD tidak hentinya meningkatkan kapasitas personel apakah yang PNS non PNS, pejabat non pejabat, semua dilatih," ucapnya.
Bahkan saat ini BPBD setiap hari Jumat melakukan peningkatan kapasitas terhadap 80 orang personel secara bergantian setiap pekannya. Tujuannya untuk memberi pemahaman brainstorming terkait kebencanaan apa dan harus berbuat apa ketika terjadi bencana.
Kalaksa juga mengatakan pihaknya terus mengedukasi masyarakat terkait kebencanaan. Dirinya bersyukur sebab respon dari masyarakat begitu tinggi terhadap keberadaan BPBD, dan BPBD akan selalu berada di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. "Kami selalu memberikan sosialisasi tentang ancaman bencana dan harus bagaimana mengurangi risiko bencana," ucapnya.
Menurut dia ada banyak bencana yang harus diwaspada baik itu banjir pergerakan tanah dan lainnnya. Oleh karena itu ia pun mengimbau pada masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila terjadi hal yang mengakibatkan kebencanaan terutama kebakaran. "Jangan menunggu api besar langsung ke damkar sampaikan dan koordinasi dengan Pemda setempat," ujarnya.[Advetorial]