Sabtu, 18 April 2026

Wahidin dan Transformasi Banten

Wahidin Halim (Foto Istimewa)
Senin, 08 Mei 2017 | 18:03 WIB - Suara Pembaca

Oleh: Pujiah Lestari

Penulis Bergiat sebagai peneliti Historical Memories untuk Wilayah Banten

KONSEP perubahan yang digagas warga Nahdlatul Ulama (NU) tak lepas dari komitmennya yang luhur untuk merawat tradisi dan menjaga NKRI. Pedoman yang menjadi pegangan warga NU berpijak pada upaya untuk memelihara nilai-nilai yang baik di masalalu, serta mengambil nilai-nilai yang terbaik di masa kini, untuk kemaslahatan masa depan bersama (al-muhafadzah alal-qadimishalih wal akhdu bil jadidil-ashlah).

Pemikiran ini sehaluan dengan filsafat yang sudah terpatri dalam keyakinan masyarakat India mengenai peranan tiga Dewa, yang juga sering dipraktekkan dalam upacara-upacara keagamaan bagi masyarakat Hindu Bali. Dewa Wisnu dikenal sebagai dewa pemelihara, Shiwa dikenal sebagai dewa perusak, sedangkan Brahma dikenal sebagai Sang Pencipta. Strategi instansi pemerintahan atau perusahaan, jika ingin mengadakan perubahan secara revolusioner, mesti mengacu dari gabungan ketiganya. Pemerintah baru Banten tak boleh takut untuk menghancurkan (menggeser) segala sesuatu yang hanya relevan di masalalu, tapi tidak lagi valid untuk kepentingan masakini dan mendatang.

Pada setiap instansi perusahaan, pihak eksekutif juga harus berani mengadakan sanering, menyeleksi segala hal yang perlu “dihancurkan”, baik metode, alat, teknologi, pendekatan, bahkan tata nilai yang membuat jalannya perusahaan mandek dan tidak produktif lagi. Di sisi lain, prinsip Dewa Wisnu harus dipegang-teguh, kita harus sanggup mempertahankan bahkan merawat yang masih relevan untuk masakini dan mendatang(the existing core). Kemudian barulah tercipta prinsip Dewa Brahma, saat ini perusahaan harus punya orang-orang berkualitas yang mampu beradaptasi dengan perubahan, bahkan sanggup mencipta gagasan baru untuk menghadapi persaingan terbuka di masadepan.

Gagasan untuk perubahan memang sulit ditembus pihak manapun yang masih terkungkung dalam zona nyaman. Karena memang pemikiran untuk membangun masakini dan masadepan hanya bisa dihasilkan oleh mereka yang benar-benar mampu membaca hal-hal baru, kemudian secara selektif membuang hal-hal usang yang sudah tidak relevan di masakini. Keberanian inilah yang dibutuhkan pihak pemerintah atau eksekutif perusahaan, karena kebanyakan tidak sanggup untuk menanggung risiko yang dihadapi akibat dari keputusan-keputusan vital dalam menciptakan kebijakan baru bagi perubahan. Mereka hanya mau mengenal hal-hal yang dianggap familiar bagi mereka, sedangkan sesuatu yang baru dianggap asing yang menjadi momok menakutkan, dianggap tidak pasti, tidak jelas, dan belum terbentuk(unclear and unsettle).

Inovasi Para Pesaing Baru

Tapi jangan lupa, para pemerintah baru di luar Banten sedang sibuk berinovasi dengan cepatnya arus perubahan, bahkan terus bereksplorasi untuk mencipta sesuatu yang harusnya berada di hari esok, namun telah dibawa dalam inovasi hari ini. Dengan gagah berani mereka menjelajahi ketidakpastian, membangun strategi baru, kemudian siap bertarung dalam persaingan terbuka saat ini.

Kini, setiap pemangku kebijakan publik tak ada yang tidak menyukai kata “perubahan”. Dipastikan hampir semuanya menyukai kata yang indah itu. Hanya masalahnya, apakah mereka mengerti konsekuensi- konsekuensi logis yang dihadapi dengan melakukan terobosan perubahan? Di Banten sendiri tidak sedikit orang yang meyakini konsep perubahan seakan-akan mesti “ganti figur”. Masih banyak di kalangan budayawan sendiri yang berpikir bahwa perubahan Banten mesti berubah dan harus diganti pemimpinnya. Bahkan juga ada seniman yang ngotot setengah mati bahwa kata perubahan selalu saja diidentikkan dengan persoalan pemilu.

Kalau diseret-seret ke ranah politik, boleh jadi setiap kaum profesional yang tulus bekerja demi transformasi perubahan, sangat berpotensi menjadi korban politisasi. Sampai pada titik ini, kaum reformer senantiasa berhadapan dengan orang-orang resisten yang berjuang sekeras mungkin untuk menjegal jalannya perubahan.  Kita semua tahu bahwa berjuang untuk menegakkan kemajuan mesti berhadapan dengan kelompok yang selalu ingin menentang dan melawannya.

Tapi yang perlu diketahui bersama, sesungguhnya kelompok resisten ini jumlahnya tidak banyak. Mereka hanyalah pengecualian saja, meskipun tidak sedikit yang berwishfulthinking, seolah-olah semua pandangan mata tertuju ke arahnya. Di tengah penduduk dari provinsi baru yang amat perasa ini memang kaum resisten mudah tersulut emosi, gampang tersinggung, apalagi bagi mereka yang pernah menduduki posisi penting dan terhormat dalam jabatan publik.

Dan perlu dicamkan oleh semua pihak bahwa transformasi akan sulit melangkah maju bila tidak didukung oleh kekuatan energi yang memadai. Ia butuh suasana kondusif, butuh kerjasama dan kesadaran akan pentingnya kesatuan dan persatuan. Karenanya harus adatrust dan saling kepercayaan. Tak boleh ada dusta dan kebohongan, terutama untuk hal-hal yang sangat prinsipil menyangkut kerugian dan pengorbanan rakyat banyak.

Para pelaku dan aktor perubahan mesti hati-hati dalam melangkah, tak boleh melakukan kesalahan fatal yang berlebihan. Setiap langkah harus disertai dengan evaluasi dan introspeksi diri. Dalam suasana transformasi di Banten ini, para aktor perubahan bekerja dalam iklim yang sangat kompleks, karenanya seseorang mudah mengambil langkah yang keliru, lupa, atau kurang optimal. Kaum resisten itu selalu mencari-cari cara untuk mengorek-ngorek kesalahan yang mungkin dilakukan para aktor perubahan. Bahkan sibuk memperbesar kesalahan sekecil apapun secara tidak fair dan proporsional.

Mencambuk Perubahan

Perubahan Banten sudah disepakati oleh semua pihak. Para pemimpin baru tak bisa lari ke mana-mana kecuali serius mengamalkan jalannya perubahan. Mau tidak mau mereka harus kompak bersatu-padu, kecuali bila mereka mau konyol terseok-seok di belakang, pada saat semua kepala daerah berlomba-lomba mempraktekkan perubahan secara optimal.

Sebagai seorang muslim, Pak Wahidin harus sanggup menampilkan dirinya selaku figur dan pahlawan perubahan, laiknya panglima besar yang terkenal dalam sejarah Timur maupun Barat, yakni Thariq bin Ziyad. Sosok yang tegar dan bersahaja ini merupakan murid seorang komandan perang di Afrika Utara yang dikagumi karena kesantunan, keberanian dan kebijaksanaannya serta pandangannya yang sangat tajam dan visioner.

Mulanya Thariq diutus untuk mempelajari kekuatan bangsa-bangsa Visigoth, kemudian menjajaki kemungkinan pengiriman pasukan yang dapat menaklukkan kekuasaan Raja Roderick. Ketika Roderick sedang sibuk menghadapi pemberontakan di kawasan utara kerajaannya, Thariq sudah memagang kendali kekuasaan baru yang mampu mengerahkan 7.000 pasukannya untuk menyerbu Spanyol. Pengiriman pasukan dilakukan melalui laut, lantas diperintahkan untuk mendarat di dekat gunung besar yang kelak dinamai “Jabal Thariq”, dan kemudian bangsa Eropa memanggilnya dengan sebutan Gibraltar.

Sesampainya di pantai di daratan Spanyol, Thariq mengambil keputusan yang sangat mengejutkan para prajuritnya, yakni membakar seluruh perahu yang digunakan untuk mengangkut mereka ke Eropa. Mereka kaget dan terperangah, sebagian menyimpan amarah yang ditujukan pada pemimpinnya. Tapi semuanya diam setelah Thariq bin Ziyad berpidato di hadapan mereka: “Sahabatku, sekarang tidak ada lagi jalan pulang. Musuh ada di hadapan kita, sedangkan laut yang ganas ada di belakang kita. Kalian harus siap siaga dan yakinlah bahwa Allah bersama kita. Saat ini kita tidak memiliki bekal apapun yang bisa dimakan, kecuali apa-apa yang dapat kita rampas dari musuh-musuh kita!”

Begitupun dalam menjalankan konsep perubahan di Banten ini, Pak Wahidin selaku pemimpin baru tidak punya pilihan lain selain maju ke depan, mempraktikkan transformasi yang telah kita sepakati bersama. Tak ada jalan untuk mundur ke belakang. Bahkan Pak Wahidin sendiri harus tampil di baris depan, memberi teladan, serta menciptakan kondisi yang membuat rakyat Banten tidak punya pilihan lain selain maju bersama-sama untuk membenahi dan menciptakan peradaban baru Banten.(*)

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Wahidin dan Transformasi Banten

INILAH SERANG

2808 dibaca
Alhamdulillah, Kakek di Jawilan Tempati Rumah Baru dari Program Rutilahu
1124 dibaca
Duh, Gadis ABG Disetubuhi Orangtua Angkatnya hingga Melahirkan

HUKUM & KRIMINAL

398 dibaca
Buruh Pabrik di Kibin Cabuli Gadis Dibawah Umur
1697 dibaca
Kasus Penggelapan Tanah Wakaf, Polda Tetapkan Tiga Tersangka

POLITIK

1501 dibaca
Ikut Pilkada, Ini Deretan Artis Yang Menang
1399 dibaca
Andika: DPD Ingin Kader Golkar Maju di Pilkada Serentak 2020

PENDIDIKAN

4110 dibaca
PPDB SMAN/SMKN dan SKhN Provinsi Banten TA 2023/2024 Diluncurkan
Top