Sabtu, 18 April 2026

Pentingnya Gunakan Kontrasepsi

Ilustrasi
Senin, 18 Des 2017 | 16:12 WIB - Gaya Hidup

 IBC, Jakarta - Keluarga Berencana (KB) sangat berkaitan dengan penurunan Angka Kematian ibu. Tetapi saat ini rata-rata cakupan KB nasional masih di angka 60 persen.

AKI adalah kematian ibu selama hamil, melahirkan dan masa nifas. Dari peta global, AKI di Indonesia masih tinggi, setara dengan negara-negara miskin seperti Bangladesh, India, Pakistan dll.

Tahun 2017 AKI masih sekitar 259-305 per 100.000 kelahiran. Jauh dari target 102 per 100.000 kelahiran. Perilaku reproduksi menjadi penyumbang AKI dalam hal ini 4T: hamil terlalu banyak, terlalu rapat, terlalu muda, dan terlalu tua.

Survei Demografi dan Kependudukan 2012 menunjukkan sekitar 32,5 persen AKI terjadi akibat melahirkan terlalu muda tua dan terlalu muda, dan sekitar 34 persen akibat kehamilan karena terlalu banyak (lebih dari 3 anak).

Guru Besar Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM, Prof. Dr Biran Affandi SpOG(K), membenarkan. Data dari RSCM menunjukkan sebagian besar kematian AKI akibat melahirkan terlalu muda. Oleh karena itu, diperlukan strategi mengubah perilaku reproduksi untuk menekan AKI, yaitu dengan perencanaan kehamilan atau Keluarga Berencana (KB).

"Peran KB sangat penting dalam menurunkan AKI. Jika KB gagal maka AKI tidak akan turun, jangan harap AKI akan turun kalau KB jeblok," tegas Prof. Biran saat ditemui di acara Forum Ngobras, Jakarta, baru - baru ini.

Survei BKKBN tahun 2015, 51 persen remaja putri di perkotaan sudah melakukan hubungan seksual dan di pedesaan sekitar 40 persen. Ketika terjadi kehamilan tidak diinginkan, mereka tidak memiliki kesempatan menjadi remaja, tetapi langsung berperan sebagai ibu dengan segala kompleksitasnya.

Padahal kehamilan terbaik adalah pada usia 20-35, ketika seorang perempuan sudah siap secara fisik dan mental. Sedangkan persalinan anak pertama dan kedua adalah persalinan paling rendah risikonya, dengan jarak antar kehamilan minimal 2 tahun.

Saat ini ada pilihan berbagai alat KB yang modern, mulai dari pil, suntik, susuk (implan), kondom hingga sterilisasi yang aman dan nyaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan KB. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, implan, dan sterilisasi (vasektomi dan tubektomi) adalah metode paling efektif menjarangkan kehamilan. Sayangnya pengguna MKJP di Indonesia kalah jauh dari metode KB dan suntik.(tka)

 

Redaktur: Akew
Bagikan:

KOMENTAR

Pentingnya Gunakan Kontrasepsi

INILAH SERANG

620 dibaca
Diskoumperindag Promosikan 12 Motif Batik Kabupaten Serang di PRJ
1853 dibaca
Pandeglang Potensi Tsunami 57 M, Andika: Banten Perlu Perda Zona Aman

HUKUM & KRIMINAL

1840 dibaca
Polisi Bongkar Praktek Pemalsuan, Tiga Tersangka Diamankan
836 dibaca
2 Tersangka Penipuan Proyek Fiktif di Dindikbud Kabupaten Serang Diringkus

POLITIK

2126 dibaca
Pilkada Kota Serang 2018, Nuraeni Datangi Unbaja Minta Masukan Soal Pendidikan
2094 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Ajak IPPNU Sinergi Adakan Literasi Digital

PENDIDIKAN

830 dibaca
Turunkan Banyak Program, Pendidikan Jadi Prioritas Bupati Serang
Top