IB, Cilegon--Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menjadwalkan groundbreaking terminal laut Warnasari pada 20 Maret mendatang. Kabar itu ditetapkan dalam rapat tertutup antara Pemkot Cilegon dan PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) di ruang kerja walikota pada Senin, 6 Februari 2017.
Penetapan waktu itu diputuskan, kendati pemkot belum memberikan tanggapan atas Feseability Study (FS) PT. Tirta Indah Kencana (TIK), perusahaan cargo asal Surabaya yang digadang-gadang akan menjalin kerjasama dengan PT PCM dalam pembangunan terminal laut.
“Apapun skenarionya, yang terpenting pelabuhan itu jalan. Tapi rencana kerjasama dengan PT TIK masih kita komunikasikan,” ungkap Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi usai rapat.
Pemegang saham PT PCM ini segera membantah anggapan bila wacana groundbreaking itu menjadi indikasi bahwasanya pemkot melalui PT PCM secara mandiri mampu membangun terminal laut tanpa adanya dukungan kerjasama dari PT TIK.
“Kenapa kita punya keyakinan, karena kita punya orang-orang yang tepat di PCM. Dia pernah jadi Direktur di KBS (PT Krakatau Bandar Samudera), dia berpengalamam dan menguasai market. Tapi saya bicara ini bukan berarti kerjasama dengan PT TIK ngga jadi, karena masih dalam tahap pembicaraan. Kita tidak meninggalkan PT TIK, lagi pula mereka sudah tahu rencana groundbreaking kita ini,” jelas Iman.
Diketahui, rapat tertutup itu juga turut diikuti manajemen Bank Banten. Kondisi ini memperkuat dugaan Pemkot yang akan membangun terminal laut itu tanpa menggandeng PT TIK.
Sementara itu, Direktur SDM dan Umum PT PCM Arief Rivai Madawi mengakui adanya penjajakan komunikasi yang tengah dibangun dengan Bank Banten terkait dengan bantuan permodalan.
“Kita lagi jajaki itu. Karena tidak menutup kemungkinan hal-hal itu bisa terjadi. Kita kan bisnis. Sebagai badan usaha pelabuhan, kita harus siap, dan kita diberi amanah untuk menguras otak kita bagaimana menarik investasi itu,” paparnya.
Berbekal anggaran dari penyertaan modal sekira Rp98,5 miliar dan lahan Warnasari, lanjut Arief, secara bertahap diyakini Pemkot mampu membangun terminal yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan daerah.
“Tidak ada yang dijaminkan. Kalaupun ada ya dari sektor pembangunannya saja, karena itu kan jangka lama,” terangnya.