IBC, Merak - Guna memastikan keselamatan pemudik yang menggunakan jasa penyebrangan laut baik dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera maupun sebaliknya, Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten terus melakukan pemantauan. Basarnas juga menyiapkan alat utama yang dimiliki jika terjadi insiden respon bisa cepat.
"Penyediaan alat yang kita miliki salah satunya dengan ada KN basudewa yang siaga untuk mengcover wilayah areal perairan yang berada merak bakauheuni," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Muhamad Zaenal Arifin di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon pada Rabu, 13 Juni 2018.
Untuk jalur laut, pihaknya menyediakan ada 4 kapal yakni KN Basudewa, KN Rubada, RIP Lampung, RIP Banten. Selain itu, pihaknya menyediakan jalur udara, bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut, karena heli dari basarnas fokus di Cipali, Ngalian, dan Surabaya, di Merak diperbantukan Heli dari Angkatan Udara HS 4203.
"Disiagakan dari H-4 Kemarin sampai H-1, setiap hari pihaknya melakukan pemantauan minimal 2 kali, yang trip pertama jam 10 pagi, manuver di merak flay ke bakauheuni kemudian kembali ke dermaga indah kiat, sedangkan yang trip kedua untuk heli manuver di merak lagi kemudian flay ke bakauheuni,dari lampung kembali ke pelabuhan indah kiat," jelasnya.
"Kita berpikirnya H-2 dan H-1 transportasi penyebrangan di merak di perkirakan Hari ini puncak tertinggi," tutupnya.