lBC, Serang - Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik program pemerintah pusat, khususnya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang telah memberikan upgrading skill sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas, kemampuan dan kompetensi calon pekerja migran yang akan bekerja disejumlah negara. Sehingga para migran asal Indonesia memiliki keterampilan dan martabat ketika bekerja diluar negeri.
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengaku akan terus mendukung kebijakan pemerintah pusat dengan berbagai inovasi terkait perbaikan pelayanan pekerja migran indonesia demi memberikan perlindungan kepada. Termasuk diantaranya adalah program untuk meningkatkan kualitas, kemampuan dan kompetensi dari calon TKI melalui pelatihan.
"Mereka yang telah mengikuti upgrading skill, mempunyai keterampilan dan kompetensi, sehingga mereka tidak menjadi TKI informal lagi," ujar Andika Hazrumy ketika menghadiri silaturahmi pekerja migran Indonesia, di GOR Maulana Yusuf, Kota Serang pada Kamis, 14 Desember 2017.
Andika menjelaskan, bahwa Pekerja Migran Indonesia atau Tenaga Kerja Indonesia, khususnya yang berasal dari Provinsi Banten memiliki konstribusi yang besar untuk daerah bahkan untuk negara. Dimana berdasarkan data BNP2TKI yang dimilikinya sampai dengan agustus 2017, para TKI asal Banten telah memberikan sumbangsih pembangunan dengan remitasi (transfer uang) masuk sebesar kurang lebih 3,5 triliun. "hal ini tentu saja berdampak pada kemajuan pembangunan perekonomian di Provinsi Banten," lanjutnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten pun telah melakukan berbagai program dalam pembinaan dan penempatan tenaga kerja luar negeri. Dimana Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya memonitoring ddan mengevaluasi penempatan pekerja migrasi asal Banten.
"Memfasilitasi, pelaksanaan perjanjian kerjasama bilateral dan multirateral penempatan tenaga kerja hingga fasilitasi kepulangan tenaga kerja di pelabuhan debarkasi di wilayah Provinsi," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BNP2TKI, Nurson Wahid mengungkapkan bahwa pihaknya akan melepas sebanyak 715 orang calon pekerja migran Indonesia lulusan upgrading skill, dimana pada tahun 2017 program upgrading skill diselenggarakan di tujuh wilayah sektor yakni BP3TKI Jakarta, BP3TKI Bandung, BP3TKI Semarang, BP3TKI Yogyakarta, BP3TKI Bali, LP3TKI Surabaya dan BP3TKI Mataram.
Nurson Wahid menilai program upgrading skill sangat penting, lantaran pekerja migran yang berangkat ke luar negeri harus terampil martabat, dengan memiliki keterampilan maka gaji akan tinggi, minimal terampil bahasa asing, kunci bahasa asing Insya Allah gaji akan naik dan komunikasi dengan masyarakat disana menjadi mudah. Selanjutnya adalah pekerja yang martabat, di hargai oleh masyarakat dunia maka pekerja migran Indonesia wajib mengetahui seluk beluk negera tujuan.
"Kemampuan kerja atau hard skill tenaga kerja dari Indonesia sudah baik dan terkenal ditingkat dunia, namun ada satu hal yang kurang yaitu selalu kalah dari sisi soft skill yaitu kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Inggris misalnya, untuk itu perlu dipersiapkan dengan matang sebelum berangkat bekerja ke luar negeri," ujar Kapala BNP2TKI, Nurson Wahid.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, sesuai data BNP2TKI pekerja di sektor terampil meningkat 45-50 persen dibandingkan 10-20 tahun yang lalu, yang 100 persen pekerja adalah pembantu rumah tangga dan tahun sekarang tinggal 55 persen, saat ini pekerja migran Indonesia terbagi diberbagai bidang antara lain yakni pelayan di kapal pesiar, chef, tukang las, hotel, restoran ini menandakan kualitas tenaga kerja kita meningkat.
Perawat indonesia mendominasi di dunia berada di urutan nomor ketiga, dan pada dasarnya mampu berada di peringkat pertama karena hambatan bahasa, sertifikat Indonesia belum di akui di internasional maka posisi berada di urutan ke tiga lanjut Nusron Wahid.
"Ada beberapa sektor dimana TKI banyak dicari karena kehadirannya antara lain sektor perawatan dan hospitality yang andal karena keramahannya, lalu ada Welder atau ahli pengelasan," pungkasnya.